•15 November, 2008 •
Tinggalkan sebuah Komentar
Ada beberapa teknologi yang menunjang 4G salah satunya adalah WiMAX II (IEEE 802.16.m), LTE (long-term evolution), dan UMB (ultramobile broadband). LTE memakai teknologi OFDMA dalam downlink dan single-carrier FDMA untuk uplink dengan alasan efisiensi daya pada terminal. WiMAX II, salah satu teknologi 4G, menjanjikan transfer data 100 Mbps pada kondisi mobile (bergerak) dan transfer data 1 Gbps pada kondisi diam. NTT DoCoMo, produsen ponsel asal Jepang yang sudah melakukan penelitian intensif mengenai teknologi 4G melaporkan bahwa dengan kecepatan 20 km/jam, transfer data 1 Gbps sukses dilakukan. Sedangkan UMB memakai teknologi OFDMA pada downlink dan uplink. Dengan frekuensi yang sama dengan LTE, UMB menjanjikan transfer data downstream 288 Mbps dan upstream 75 Mbps.
Ditulis dalam Sistem Komunikasi Bergerak
•22 November, 2008 •
Tinggalkan sebuah Komentar
Spread Spectrum pada CDMA
Berbagai macam kode spreading dapat dibedakan berdasarkan tingkat keorthogonalitas, korelasinya, tingkat kerumitan dalam implementasi ataupun peak-to-average power ratio (PAPR. Pemilihan kode spreading pun dapat didasarkan pada hal diatas. Pada sistem downlink, kode spreading yang orthogonal merupakan suatu keunggulan, karena kode-kode tersebut mengurangi multiple access interference (MAI) dibandingkan sekuen yang tidak orthogonal. Tetapi pada sistem uplink, tingkat orthogonalitas antar kode spreading dapat berkurang karena adanya distorsi. Sekuen pseudo-noise yang sederhana seperti hadamard dapat dipilih untuk proses spreading pada sistem uplink. Jika transmisi adalah asinkron, kode Gold mempunyai korelasi silang yang bagus
Ditulis dalam Sistem Komunikasi Bergerak
•22 November, 2008 •
Tinggalkan sebuah Komentar
OFDM (Orthogonal Frequency Division Multiplexing) adalah sebuah teknik transmisi yang menggunakan beberapa buah frekuensi (multicarrier) yang saling tegak lurus (orthogonal). Masing-masing sub-carrier tersebut dimodulasikan dengan teknik modulasi konvensional pada rasio symbol yang rendah. Prinsip kerja dari OFDM dapat dijelaskan sebagai berikut. Deretan data informasi yang akan dikirim dikonversikan kedalam bentuk parallel, sehingga bila bit rate semula adalah R , maka bit rate di tiap-tiap jalur parallel adalah R/M dimana M adalah jumlah jalur parallel (sama dengan jumlah sub-carrier). Setelah itu, modulasi dilakukan pada tiap-tiap sub-carrier. Modulasi ini bisa berupa BPSK, QPSK, QAM atau yang lain, tapi ketiga teknik tersebut sering digunakan pada OFDM. Kemudian sinyal yang telah termodulasi tersebut diaplikasikan ke dalam Inverse Discrete Fourier Transform (IDFT), untuk pembuatan simbol OFDM. Penggunaan IDFT ini memungkinkan pengalokasian frekuensi yang saling tegak lurus (orthogonal). Setelah itu simbol-simbol OFDM dikonversikan lagi kedalam bentuk serial, dan kemudian sinyal dikirim.
Baca Selebihnya : tentang ofdm
Ditulis dalam Sistem Komunikasi Bergerak
•22 November, 2008 •
Tinggalkan sebuah Komentar
LTE didefinisikan dalam standar 3GPP (Third Generation Partnership Project) Release 8 dan juga merupakan evolusi teknologi 1xEV- DO sebagai bagian dari roadmap standar 3GPP2. Dengan spesifikasi seperti itu, LTE dirancang untuk menyediakan efisiensi spektrum yang lebih baik, peningkatan kapasitas radio, biaya operasional yang lebih murah bagi operator, serta layanan mobile broadband kualitas tinggi untuk pengguna. Teknologi LTE memungkinkan operator selular meng-upgrade jaringan GSM, WCDMA atau HSPA mereka yang ada untuk menyediakan layanan Internet yang cepat dan low-delay melalui mobile broadband. Solusi ini juga ideal menjadi langkah lanjut bagi operator CDMA untuk memperoleh kecepatan dan kapasitas lebih tinggi.
Baca selebihnya : Long Term Evolution
Ditulis dalam Sistem Komunikasi Bergerak
•22 November, 2008 •
Tinggalkan sebuah Komentar
WiMAX yang merupakan kependekan dari Worldwide Interoperability for Microwave Access merupakan penggeser kedudukan WiFi yang kini mulai terasa ‘basi’ karena dibatasi dengan radius area yang relatif kecil, yaitu sekitar 4 hingga 6 mil. Berbeda jauh dibanding WiMAX yang lebih menjangkau luas hingga radius 30 mil. Melalui jaringan antenna yang lebih kuat, stasiun transmisi WiMAX mampu mengirimkan data dalam cakupan wilayah 9300 km persegi dengan kecepatan 70 megabyte per detik.
Baca selebihnya (pdf) : wimax

Ditulis dalam Sistem Komunikasi Bergerak